Allah ta'ala berfirman,
"… sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(QS. Luqmân:13).
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya …" (QS. an-Nisâ':48).
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. al-Zumar :65)
Diriwayatkan dari Jabir ra. bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang menghadap Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, maka dia masuk surga. Barangsiapa yang menghadap-Nya dengan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, maka dia masuk neraka." (HR. Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi shallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Hindarilah tujuh perkara yang menghancur- kan. Para sahabat bertanya, "Apakah ketujuh perkara itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah…dst." (Muttafaq 'alaih).
Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal ra, ia berkata: Saya pernah berboncengan dengan Nabi shallahu 'alaihi wasallam di atas seekor keledai, lalu beliau bersabda,
"Wahai Mu'adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah? Saya menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih menge- tahui." Beliau bersabda, "Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah-Nya dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, dan hak hamba atas Allah adalah Dia tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun …" (HR. Bukhari dan Muslim).
Faedah:
sumber: buku Hukum dan Adab Islam/شعبة توعية الجاليات بالرلفي
Sabtu, 08 Januari 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 comments:
Poskan Komentar