Selasa, 30 Juni 2009

Sidiq (jujur)

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (QS.9:199)”

Sidik (Benar). Sidik adalah kesesuaian antara ucapan dengan hati nurani dan prilaku secara terpadu. Kesesuain ketiga komponen tersebut melahirkan sidik yang sempurna, apabila kurang salah satunya yang ada hanya ucapan dan niat di ahti sidiknyua masih relatif, apa bila niat dan ucapannya benar lalu perilakunya bertolak belakang berarti pada orang tersebut afa sifatr sidik dan kazab (dusta) (Mufrodat Al Qur’an 277).

Sidik adalah sifat yang sangat mulia. Ia merupakan salah satu sifat yang melekat pada diri nabi dan Rosul.”ceritakanlah kisah Ibrahim di dalam Al Kitab sesungguhnya ia adalah orang yang sidik (sangat benar)lagi pula seorang nabi (19:41). “dan ceritakanlah kisah Idris didalam Al Kitab dia adalah orang yang sangat benar lagi seorang nabi” (19:65)

Kitab Ibnu Abbas, ada empat hal yan menjamin keberuntungan manusia : 1). Sidik, 2). Malu, 3).Ahlak yang baik dan 4) Syukur. Kata Muhammad bin Ali Al Katami tegak nya agama Allah diatas tiga pondasi utama yaitu : Al Hak, As Sidik dan Al Adl. Al Hak artinya kebenaran pada prilaku. As Sidk kebenaran pada ucapan dan Al Adl kebenaran hati nurani (Ihya Ulumuddin hal 4 : 375)

Orang yang komitment dengan sifat sidik akan naik derajatnya disisi Allah, dicintai manusia, di ampuni dosa dan kesalahannya dan kelak dimasukan kedalam syurga bersama-sama dengan para Nabi.

Sesungguhnya sidik akan menentukan kepada perbuatan bir(kebajiakan selalu) dan kebajiakn akan menuntun kesyurga. Orang yang bersikap sidik akan dicatat sebagai siddik (sangat benar). Dusta akan menuntun kepada penyimpangan, penyimpangan menjerumuskan keneraka. Orang yagn selalu berdusta kelak tertulis sebagai tukang dusta.(Hadist)

“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul mereka kelak akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang Allah berikan rahmat yaitu para nabi, orang-orang yang (sidik), syuhada, orang-orang shaleh. Mereka itulah teman yang paling baik (QS.4 : 69).

Ruang Lingkup Sidik
Imam Ghazali menyebutkan ada 6 jenis sidik yang perlu direalisasikan dalam diri seorang mu’min agar menjadi mu’min yang sebenarnya.(Ihya Vol4. :375 – 380).

A. Sidqul Lisan (Benar dalam ucapan)
Ucapan manusia adalah ekspresi yang ada dihatinya. Hati yang baik melahirkan ucapan yang baik. Sebaliknya hati yang buruk mengeluarkan ucapan yang buruk. Perbaikan ucapan harus dimulai dari perbaikan hati. Apabila hati baik, ucapan yang keluar menjadi baik dan selanjutnya akan mengikuti oleh prilaku yang baik. Dan prilaku yang baik akan dibalas dengan ampunan dosa yang dapat membersihkan diri manusia.
“Hai orang-orang yang beriman bertaubatah kepada Allah dan berkatalah yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatan dan mengampuni dosa-dosamu(QS.33: )

B. Sidqul Niyah dan Irodah (Benar dalam keyakinan dan motivasi)
Nilai perbuatan seseorang tergantung motivasi dan niatnya. Manakala perbuatan yang baik dilandasi denga niat yang baik, mangharap ridho Allah maka nilai perbuatan itu menjadi baik, sebaliknya manakala motivasi dan niatnya buruk sekaligus tampak lahiriahnya kelihatan baik, seperti apa-apa yang kadang-kadang dilakuakan oleh orang munafik.
Nabi bersabda : “sesungguhnya amal perbuatan manusia tergantung niatnya. Dan amal setiap orang mendapatkan balasan perbuatan yang tergantung niatnya.”

C. Sidqul Wafa (Benar dalam Kesetiaan)
Untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar tidak cukup dengan adanya keinginan dan motivasi, tetapi harus ditopang dengan tekad yang kuat untuk merealisasikan perbuatan tersebut banyak rintangan, tantangan dan kedalanya.
Suksesnya Abu Bakar dalam memerangi orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat, karena tekadnya yang luar biasa untuk memerangi orang-orang murtad sekalipun sendirian tanpa dukungan sahabat-sahabatnya yang lain. Tekad inilah yang kemudian mendapatkan dukungan dan simpati Umar dan seluruh sahabat yang lain.

D. Sidqul Wafa (Benar dalam kesetiaan)
Wafa (setia) adalah sifat ulul albab, orang-orang suci, orang-orang mu’min dan mutaqin yang dipuji didalam Al Qur’an. Ulul albab adalah “orang-orang yang setia memenuhi janjinya kepada Allah dan tidak merusak janji” (13 : 20) orang-orang Abror (suci) adalah yang setia menunaikan nazarnya dan takut akan sesuatu hari (kiamat) yang azabnya tersebar dimana-mana (76:7).

E. Sidqul Amal (Benar dalam Perbuatan)
Risalah manusia adalah untuk beramal, berbuat yang shaleh dan positif. “Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mu’min akan melihat amal perbuatannya.(9 : 105). Amal perbuatan yang benar yang akan menjadi bekal yang membahagiakan manusia kelak di akhirat.” Barang siapa yang lebih berat timabangan amal baiknya maka dia akan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan” (101 :7)

F. Sidik dalam merealisir tingkatan-tingkatan terpuji.
Mu’min sejati adalah yang dapat mengembangkan seluruh pontensi dan sifat-sifatnya. Seperti yang digamabrkan dalam surat Attaubah (9: 111-112) “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh. Sesungguhnya itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain dari pada Allah ? maka bergembiralah dengan jual beli yang elahkamu lakukan. Dan itulah kemenangan yang besar . “mereka itulah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yangmemuji Allah, yang melawat untuk mencari ilmu pengetahuan atau berjihad, yang ruku, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihar hukum-hukum Allah dan gembiralah orang-orang mu’min itu.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang khusu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memlihara kehormatan, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alla. Allah telah menyediakan untuk menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(33:35)

dari: alhikmah.com

0 comments: